CV Tanamas
PT Cahaya Victory Tanamas
CV Tanamas
Aplikasi

Baja untuk Shaft: Grade, Toleransi, dan Tips Memilih Material

Shaft adalah tulang punggung mesin. Pilih baja yang tepat akan menentukan keandalan, umur pakai, dan total biaya produksi.

Dipublikasikan: 20 Mei 2026 · Direview: 20 Mei 2026

Mengapa shaft kritis

Shaft menerima beban puntir, beban lentur, dan kombinasi keduanya. Kegagalan shaft dapat menyebabkan downtime mesin yang mahal, kerugian produksi, dan bahkan bahaya keselamatan. Karena itu, pemilihan material shaft tidak bisa dianggap enteng.

Kriteria pemilihan baja untuk shaft

Tiga kriteria utama:

  1. Kekuatan dan kekerasan — shaft dengan beban tinggi butuh medium carbon steel yang di-heat treatment (S45C, AISI 1045).
  2. Machinability — shaft diproduksi dengan turning, milling, drilling. Baja yang mudah dimesin mempercepat produksi.
  3. Stabilitas dimensi — kelurusan (straightness) dan konsistensi diameter krusial untuk shaft presisi.

Grade populer untuk shaft

Shaft ringan / duty rendah

Gunakan low carbon steel:

  • AISI 1018 — sangat umum, machinability baik, permukaan rapi.
  • SS400 / SGD290D / SGD400D — ekonomis untuk aplikasi struktural.
  • S20C — keseimbangan antara kekuatan dan machinability.

Shaft dengan beban lebih tinggi

Gunakan medium carbon steel yang di-heat treatment:

  • S45C / AISI 1045 — pilihan paling umum untuk shaft industri.
  • EN8 — standar Eropa untuk aplikasi serupa.

Toleransi dan presisi

Toleransi diameter shaft tergantung pada aplikasi:

  • Shaft umum — toleransi ±0.05 mm sudah cukup.
  • Shaft presisi (spindle, drive shaft) — toleransi ±0.01 mm atau lebih ketat.
  • Shaft dengan fitting tekan — toleransi sangat ketat untuk memastikan clearance sesuai.

CV Tanamas menyediakan round bar dengan proses cold drawing untuk toleransi yang lebih ketat dibanding hot rolled. Diskusikan dengan tim engineering kami untuk spesifikasi shaft Anda.

Proses produksi shaft

Umumnya shaft diproduksi dengan urutan:

  1. Cutting round bar sesuai panjang yang dibutuhkan.
  2. Turning untuk diameter akhir.
  3. Center drilling di kedua ujung (untuk support pada mesin bubut).
  4. Milling, drilling, atau grinding sesuai kebutuhan fitur shaft.
  5. Heat treatment (untuk shaft beban tinggi).
  6. Surface finishing jika dibutuhkan.

Tips praktis memilih baja shaft

  • Untuk shaft pertama kali, pilih grade yang umum (AISI 1018 atau S45C).
  • Selalu minta MTC untuk verifikasi komposisi dan sifat mekanik.
  • Untuk shaft panjang, perhatikan kelurusan (straightness) round bar.
  • Untuk produksi massal, pertimbangkan free-cutting steel untuk efisiensi.

FAQ Baja untuk Shaft

Grade apa yang umum untuk shaft?+

Untuk shaft ringan, grade umum adalah SGD290D, SGD400D, SS400, dan AISI 1018. Untuk shaft dengan beban lebih tinggi, gunakan S45C atau AISI 1045 yang dapat di-heat treatment.

Apakah shaft harus dari round bar?+

Pada umumnya ya. Round bar adalah bentuk paling sesuai untuk komponen shaft karena mudah di-turning, center-drilling, dan balancing. Hex dan square bar digunakan untuk aplikasi lain seperti key stock dan bracket.

Berapa toleransi diameter yang dibutuhkan untuk shaft?+

Tergantung aplikasi. Untuk shaft umum, toleransi ±0.05 mm sudah memadai. Untuk shaft presisi (spindle, drive shaft), toleransi ±0.01 mm atau lebih ketat mungkin diperlukan. Diskusikan dengan tim engineering kami untuk spesifikasi Anda.

Apakah S45C shaft perlu di-heat treatment?+

Untuk aplikasi shaft dengan beban tinggi atau yang menerima torsi berulang, heat treatment seperti quenching & tempering sangat disarankan untuk meningkatkan kekuatan lelah dan kekerasan permukaan.